Kabupaten Dharmasraya adalah salah satu kabupaten di Provinsi Sumatera Barat, Indonesia. Pada kawasan ini dahulunya
pernah berdiri sebuah Kerajaan Melayu dengan
nama ibu kotanya Pulau Punjung. Kabupaten ini dibentuk berdasarkan Undang-undang No. 38
Tahun 2003, dan merupakan pemekaran dari kabupaten sijunjung. Kabupaten
Dharmasraya dikenal juga dengan sebutan Ranah Cati Nan Tigo.
Balai nagari Silago pada tahun 1877-1879.Nama
kabupaten ini diambil dari manuskrip yang terdapat pada prasasti
Padang Roco], di mana
pada prasasti itu disebutkan Dharmasraya sebagai ibukota dari
kerajaan Melayu waktu
itu. Kerajaan ini muncul setelah kejatuhan kerajaanSriwijaya di
abad 13-14, dimana daerah kekuasaan kerajaan ini merupakan wilayah kekuasaan
kerajaan Sriwijaya sebelumnya, yaitu mulai dari Semenanjung
Malaya hingga Sumatera. Hal ini
dapat dibuktikan dari Prasasti
Grahi di Chaiya,
selatan Thailand serta
catatan dalam naskah Cina yang
berjudul Zhufan Zhi (諸蕃志) karya Zhao Rugua tahun 1225.
Dan
kemudian kerajaan ini menjalin hubungan dengan Kerajaan
Singhasari, sebagaimana yang terpahat pada Prasasti Padang Roco.
Selain itu nama Dharmasraya juga disebutkan dalam catatan
sejarah kerajaan Majapahit,Nagarakretagama sebagai
salah satu daerah vasal. Kabupaten Dharmasraya ini merupakan salah satu dari 3
kabupaten baru hasil pemekaran kabupaten Sawahlunto/Sijunjung sebelumnya,
yang dibentuk berdasarkan Undang-undang nomor
38 tahun 2003 tentang pembentukan Kabupaten Dharmasraya, kabupaten Solok Selatan dan kabupaten Pasaman Barat di provinsi
Sumatera Barat, dan diresmikan pada tanggal 7 Januari 2004.
Geografis[
Secara geografi Kabupaten
Dharmasraya berada di ujung tenggara Provinsi Sumatera Barat, dengan topografi daerah
bervariasi antara berbukit, bergelombang, dan datar dengan variasi ketinggian
dari 100 m - 1.500 m di atas permukaan laut. Sebagian besar jenis tanah di
Kabupaten Dharmasraya berjenis Podzolik Merah Kuning (PMK),
dengan penggunaan lahan yang didominasi untuk peruntukan hutan hujan tropik
seluas 133.186 Ha (44,98 %) dan lahan perkebunan seluas 118.803 Ha
(40,12 %) sedangkan untuk penggunaan lain sebesar (14.90 %). Suhu
udara di kabupaten ini berkisar antara 21 °C – 33 °C dengan rata-rata
hari hujan 14.35 hari per bulan dan rata-rata curah hujan 265,36 mm per bulan.
Pemerintahan
Aktivitas pemerintah daerah Kabupaten
Dharmasraya secara resmi setelah dilantiknya Penjabat Bupati Dharmasraya Ahmad
Munawar .MM pada tanggal 10
Januari 2004 dan sejak
tanggal 12
Agustus 2005 Kabupaten
Dharmasraya telah memilikibupati definitif
hasil Pilkada secara
langsung, yaitu H. Marlon Martua Dt. Rangkayo Mulie, S.E. dan Ir. Tugimin sebagai wakilnya. Dalam
pilkada tahun 2010 terpilih bupati baru Dharmasraya, H. Adi Gunawan, M.M. dan
H. Syafruddin R. sebagai wakilnya.
![]() |
BUPATI DHARMASRAYA ADI GUNAWAN (SAMPAI KINI 2014) |
Perhubungan
Kabupaten
ini berada di persimpangan Jalur Lintas Sumatera yang menghubungkan
antara Padang, Pekanbaru, hinggaJambi.
Kependudukan
Jumlah
penduduk Kabupaten Dharmasraya berdasarkan sensus tahun 2010 sebanyak 191.422
jiwa dengan rasio jenis kelamin 107. Sedangkan jumlah angkatan kerja 80.911
orang dengan jumlah pengangguran 5.360 orang . Konsentrasi penduduk
terbesar tinggal di Kecamatan Koto Baru dan Sungai Rumbai. Sepertiga penduduk
kabupaten ini merupakan transmigran dari berbagai daerah di Pulau Jawa, yang semula dipindahkan untuk
memanfaatkan ladang tidur yang terhampar luas di kabupaten ini sekaligus
membuka lapangan kerja baru. Proses transmigrasi ini terjadi antara tahun 1976
hingga 2002, dan pusat transmigrasi berada di Kecamatan Sitiung.
Meski
hampir 32% penduduknya berasal dari etnis Jawa, namun hubungan
dengan etnis Minangkabau tetap
berjalan baik, dan nyaris tidak ada konflik antarkelompok.
Perkembangan
Populasi Kabupaten Dharmasraya
|
|||
Tahun
|
Jumlah
Penduduk
|
Pertumbuhan
Penduduk
|
Kepadatan
Penduduk
|
144.288
jiwa
|
2,46%
|
48,73
jiwa/km²
|
|
169.871
jiwa
|
4,24%
|
57,37
jiwa/km²
|
|
180.915
jiwa
|
2,48%
|
61,10
jiwa/km²
|
|
186.354
jiwa
|
2,79%
|
62,94
jiwa/km²
|
|
191.422
jiwa
|
3,09%
|
64,64
jiwa/km²
|
|
Potensi
Daerah
abupaten Dharmasraya berkembang sebagai salah
satu penghasil kelapa
sawit atau buah pasir menurut istilah
setempat. Di samping itu, kabupaten ini juga merupakan produsen berbagai jenis
tanaman keras lainnya, seperti kulit manis, karet, kelapa, gambir, kopi,
cokelat, cengkih, dan pinang. Lahan perkebunan di sana lebih didominasi karet
dan sawit. Penghasil kelapa sawit paling banyak di kabupaten ini adalah
Kecamatan Sungai Rumbai.
Selain
itu terdapat potensi tambang yang hingga detik ini belum tergarap, yakni batu bara, batu
kapur, pasir kuarsa, emas, lempung kuarsit, dan sebagainya. Kabupaten ini masih
baru dan masih dalam tahap mengembangkan diri dengan membuka peluang investasi
seluas-luasnya. Ditunjang dengan posisi strategisnya di Sumatera (dilintasi
Jalur Lintas Tengah Sumatera sepanjang 100 km), maka Dharmasraya cepat menjadi
kawasan yang maju dan tumbuh sebagai wilayah perdagangan dan jasa. (Sumber:
Kompas dan sumber lainnya)
Dari Survey Penulis Mayoritas Penduduk Kota Dharmasraya Menggantungan Ekonomi mereka Kepada 3 Hal, Yaitu
![]() |
1. PERKEBUNAN SAWIT |
![]() |
2. PERKEBUNAN SAWIT |
![]() |
3. PENAMBANGAN EMAS (DOMPENG) |
Ekonomi
Perekonomian
di Kabupaten Dharmasraya sampai dengan tahun 2006 selalu menunjukkan
perkembangan yang cukup berarti. Hal ini ditunjukkan dengan adanya peningkatan
nilai PDRB Kabupaten Dharmasraya baik atas dasar harga berlaku maupun harga
konstan 2000 yang terus mengalami peningkatan. Nilai PDRB Kabupaten Dharmasraya
atas dasar harga berlaku pada tahun 2006 tercatat sebesar 1,513 triliun rupiah
sedangkan atas dasar harga konstan tahun 2000 maka pada tahun 2006 tercatat sebesar
899,308 miliar rupiah.
Dengan
membandingkan nilai PDRB atas dasar harga konstan tahun 2000, sampai dengan
tahun 2006 pertumbuhan ekonomi Kabupaten Dharmasraya selalu menunjukkan
kecenderungan yang selalu meningkat. Pada tahun 2006 tercatat pertumbuhan ekonomi
sebesar 6,27% dimana pada tahun 2005 tercatat sebesar 5,46%.
Pertumbuhan
ekonomi yang dicapai Kabupaten Dharmasraya pada tahun 2006 relatif lebih pesat
dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi yang dicapai pada tahun 2005, dimana
pada tahun 2005 pertumbuhan ekonomi Kabupaten Dharmasraya hanya mengalami
pertumbuhan sebesar 5,46 persen. Secara nominal, nilai PDRB Kabupaten
Dharmasraya menurut harga berlaku tahun 2006 tercatat sebesar 1,51 triliun
rupiah, yang berarti mengalami peningkatan sebesar 17,28 persen dibandingkan
dengan nilai PDRB Kabupaten Dharmasraya tahun 2005. Sedangkan secara riil
perekonomian Kabupaten Dharmasraya yang ditunjukkan oleh nilai PDRB berdasarkan
harga konstan tahun 2000 mencapai 899,31 miliar rupiah tahun 2006 yang berarti mengalami
peningkatan dari tahun 2005 sebesar 6,27 persen, dimana pada tahun 2005 nilai
PDRB mencapai 802,39 miliar rupiah.
PDRB
atau PRB per kapita atas dasar harga berlaku adalah salah satu indikator untuk
menunjukkan tingkat kesejahteraan ekonomi penduduk suatu daerah.
PDRB
Per kapita merupakan hasil bagi antara nilai nominal PDRB dengan jumlah
Penduduk pertengahan tahun sebanyak 170.440 jiwa.
PDRB
Regional Per kapita menunjukkan perkiraan rata-rata pendapatan penduduk suatu
daerah yang merupakan PDRB dikurangi penyusutan dan pajak tak langsung netto,
dibagi dengan jumlah penduduk pertengahan tahun.
Kondisi
PDRB Per kapita maupun Pendapatan Regional Per kapita untuk Tahun 2006 di
Kabupaten Dharmasraya mengalami peningkatan, dimana pada tahun 2006 tercatat kenaikan
pendapatan per kapita penduduk Kabupaten Dharmasraya mencapai 13,75 persen
dengan nilai 8,9 juta rupiah per orang per tahun, terlihat lebih tinggi dari
per kapita tahun 2005 yakni hanya 7,8 juta per orang per tahun.
Sedangkan
PDRB Regional Per kapita juga mengalami peningkatan, dimana pada tahun 2005
tercatat sebesar 7,4 juta rupiah dan pada tahun 2006 meningkat menjadi 8,4 juta
rupiah atau mengalami peningkatan sebesar 13,75 persen.
Perkembangan
sektor-sektor ekonomi produktif baik dalam skala besar maupun skala rumah
tangga juga menjadi salah satu faktor pendorong meningkatnya nilai Per kapita
maupun Pendapatan Regional Per kapita untuk Tahun 2006 di Kabupaten
Dharmasraya. Meningkatkan daya saing usaha dengan berkembangnya usaha-usaha
produktif di setiap sektor ekonomi yang didukung oleh keberadaan sarana dan
parasarana penunjang juga salah satu faktor yang mampu meningkatkan pendapatan
per kapita Kabupaten Dharmasraya.
Objek
Situs/Benda Cagar Budaya
Sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Kabupaten_Dharmasraya
TO BE CONTINUE...